Minggu, 15 November 2009

SURAT DARI TAHUN 2070

Dokumen ini dipublikasi di majalah “Crónica de los Tiempos” April 2002.
(Translation in free bahasa: Yuliana Suliyanti, Aug 2007)

Aku hidup di tahun 2070.
Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan,
terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.

Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi.

Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku

Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun
Semua sangat berbeda.

Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar,
setiap rumah punya halaman dan taman yang indah,
dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.

Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan.
Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.

Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng.

Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan:
”JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”
Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut.

Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas.

Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.

Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus.

Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.

Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.

Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi.

80% makanan adalah makanan sintetis.

Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.
Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.

Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju,
pakaian bekas pakai langsung dibuang,
yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau,
karena tidak ada air.

Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis.

Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar.
Manusia tidak bisa membuat air.

Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morphology manusia mengalami perubahan…
…yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.

Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup:
137 m3 per orang per hari.
[31,102 galon]

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.

Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.

Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata.

Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.

Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.

Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli.

Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau.

Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau.

Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya:
- Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku…

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga!

Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.

Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya.

Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.

Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi …

… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini!

Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.

Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunanmu kelak.

Rabu, 07 Oktober 2009

Bayangan Masa Depan

Buat lo yang lagi duduk di kelas XII, apa yang paling sering lu bayangin kalo lagi bengong gag ada kerjaan? Pasti sebagian besar dari lu bingung kan mikirin mau kuliah dimana n ambil jurusan apa terutama buat orang-orang plin-plan kaya gw. Kemaren pengen jadi dokter but sekarang melenceng jauh pengen ambil manajemen. Gag habis pikir kan lu, gw aja pusing setengah mati mikirinnya. Yang jelas gag mungkin bangetkan kalo gw mau milih semuanya. Sekarang aja udah eneg-eneg belajar buat sekolah, gimana entar, bisa muntah-muntah kali ya.hahaha. Sayangnya juga neeh gw belom tau bakat n talenta gw tuh di bidang apa. Makanya bersyukur tuh kalo lu jago di salah satu bidang yang udah spesifik.

Gw mau cerita tentang pusingnya memilih jurusan neeh. Waktu gw pengen jadi dokter, yang selalu gw bayangin seeh kesuksesan dimana-mana. Orang sakit nyari-nyari kita n begitu sembuh mereka pasti bekal muji-muji kita seakan kita tuh jadi dewa peyelamat mereka.hahaha (ketawa setan). Truz neeh asyiknya lagi kalo mau apa-apa gampang, tinggal tunjuk aja mau milih calon pendamping hidup yang kayak gimana (khusus yang matre-matre lho).hahaha. Kalo soal duit, gag usah ditanyalah, otomatis ngalir terus. Nyotoy-nyotoy aja sama pasien, tiap melek pasti ada duit baru di depan mata. Bisa mandi duit tiap hari kali y?hahaha. Tapi itu pandangan gw dulu lho. Bokap gw selalu bilang kalo mau jadi dokter jiwa sosialnya harus gede. Gw nanemin banget tuh prinsip dalam diri gw. Mau jadi apapun gw entar, peduli sama orang tuh wajib dah hukumnya (penting neeh). Terus lu pasti bertanya-tanyakan apa yang bikin gw mikir 2x buat ngambil kedokteran (mending keterima).hahaha. Gag papa lah ya, optimis donk, gagal, why not?(promosi). Gini neeh, pertama, tetangga gw yang jadi dokter, gag sukses tuh (maaf neeh dibuat contoh).hahaha. Males bangetkan udah nyita waktu yang bejibun, gedenya malah hidup pontang-panting. Ini juga neeh yang jadi alesan kedua gw gag yakin mau ambil neeh jurusan. Lama bro kuliahnya. Sukses seeh sukses tapi dapet hadiah tambahan tuh, umur kita juga pasti ikutan sukses (simpulkan sendiri).hahaha.

Jurusan kedua yang masih gw pertimbangin tuh ekonomi khususnya bagian manajemen. Gw seeh mikirnya gini, bisnis tuh gag ada matinya. Istilah kerennya tuh mati satu tumbuh sejuta. Udah gitu kuliahnya gag terlalu lama kalo dibanding sama kedokteran. Emang seeh prospeknya gag terlalu menjanjikan, terlalu pasaran soalnya. Kaya kata temen gw, minimal harus masuk lulusan 10 besar terbaiklah untuk tetap dapat berkiprah dalam panggung dunia bisnis yang terkenal kejam. Sisanya seeh hampir dapat dipastikan bekerja di luar sektor tersebut seperti menjadi tukang bajaj, loker koran, or mentok-mentoknya (paling lumayan neeh) biar ilmu ekonominya kepake juga mending jadi pengusaha warnet.hahaha.

Kalo mau tau jurusan yang paling pertama gw coret dari list gw, gag salah lagi pilihannya jatuh pada fakultas tehnik. Ngapain jadi tukang bangunan, panas-panasan, jarang pulang?hahaha. Bagi gw fisika tuh menggerogoti umur gw sedikit demi sedikit n menikam gw dari belakang (lebay mode ON). Untungnya aja neeh tinggal menghitung bulan, Einstein n kegilaannya akan segera enyah dari otak gw. Minggat lu fisika(emosi mode ON) !.hahaha.

Gw kasih trik-trik dalam menentukan jurusan yang mau lu pilih neeh. Pertama, apapun pilihan yang bekal kita ambil, intinya tuh totalitas or keseriusan. Banyak jalan menuju sukses. Berjalan lambat tuh kagak selalu salah asalkan kita gag pernah berhenti untuk berjalan (kerenkan bahasanya?). Orang laen boleh aja berpendapat, tapi toh keputusan tetap ada di tangan kita sepenuhnya. Gag ada yang tau apa yang terbaik buat diri lu selaen diri lu sendiri. Orang laen bisa ngomong apa aja, tapi kalo kita emang udah merasa gag nyaman n gag srek sama suatu jurusan tertentu, buat apa dipaksain. Yang ada kita bekal ngejalanin semuanya dengan terpaksa n you know lah hasinya udah bisa ditebak, kegagalan.

Yang kedua tuh, jangan terlalu selektif or banyak maunya. Selektif seeh boleh tapi kira-kira juga selektifnya, jangan terkesan kaya jadi sang pemimpi. Pengen kuliah gampang, cepet, murah, terus udah gede jadi orang sukses. Itumah siapa juga yang gag mau. Bikin aja fakultas sendiri.hahaha. Semua ada harganya bro. Gag ada yang sempurna, semua jurusan pasti ada celah-celah kekurangannya. Lama dikit gag masalahlah. Gw seeh mikirnya udah hampir 12 tahun kita berkutat dengan hal-hal yang membosankan, bergulat melawan kejenuhan, tanggung sob. Kalo masih gag sukses seeh bener-bener keterlaluan, rugi berat.
Bukan cuma kita yang bekal nyesel nantinya, tapi kasian juga sama orang yang udah ngebiayain hidup kita. Untung masih ada kesempatan neeh, belom terlambat, pikirin bener-bener. Susah sedikit gag masalah yang penting pikirin masa depan kita, masa depan yang penuh dengan kesuksesan. Kalo belom apa-apa udah nyerah, gimana nanti. Indikasi suatu kegagalan dini tuh.hahaha.

Yang ketiga, jangan takut gagal. Berkhayallah sekali-sekali jadi orang yang sukses. Gag mungkinkan kalo semua orang jadi direktur, entar gag ada anak buah yang bisa disuruh-suruh lagi.hahaha. Kegagalan tuh jangan pernah dibayangin lagi. Ini cuma masalah kepercayaan diri aja. Ambil pilihan secara bijaksana, bertanggung jawab dengan pilihan tersebut, hadapi segala resiko dan tantangan yang ngeganggu lu, dan terakhir nikmati hasilnya. Emang berat, berat banget malah, tapi kata salah satu guru kita neeh : anggap semuanya sebagai kebutuhan bukan kewajiban kita.

Yang keempat n kelima digabung aja y, konsultasi dengan bonyok n selalu libatkan Tuhan dalam pilihan hidup kita. Kadang bonyok tuh believe it or not punya feeling yang kuat n tepat loh jadi bolehlah jadi bahan pertimbangan. Satu lagi neeh kalo ada istilah makan temen, mana ada bonyok yang mau makan anaknya sendiri.hahaha. Kalo urusan berdoa mah udah wajib, mesti, n kudu hukumnya. Bukan berarti cuma berdoa n gag ada usaha sedikitpun lho. Kalo gag ada usaha, apa yang mau diberkatin? Tuhan tuh pernah janji kan sama kita mintalah maka akan diberikan, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu, masa Tuhan bohong?hahaha. Saatnya kan indah nanti, kau liat pelangi kasihNya (kalo anak-anak TarQ pasti tau neeh).hahaha. Waktu gw SMP ada kalimat bagusnya neeh : Do your best n God will do the rest. Seinget gw seeh artinya kalo gag salah lu lakuin yang terbaik n Tuhan ngerjain sisanya.

Menurut lu bro umur 17 taon dah dewasa belom seeh? Kalo udah perlu ditunjukkin tuh lewat pemikiran-pemikiran yang lebih matang n pilihan yang berbobot. Ini saat yang paling tepat untuk nunjukkin itu semua. Buktiin pada dunia (tengil) kalo kita orang yang bisa dipercaya.

Sampe ketemu kawan di gerbang kesuksesan masing-masing. Pada saat itu, kita akan berbagi cerita bahagia. Ketika hidup dapat kita taklukkan dengan keringat sebagai saksinya. Menertawai segala kegagalan dan kebodohan di masa lampau. Berapa lamapun itu kawan, sukses bisa menunggu, tapi waktu mungkin tidak.hahaha.


Selasa, 06 Oktober 2009

GAGAL , why not ?

Gagal, ngapain takut? Katanya kan kegagalan tuh kunci menuju kesuksesan. Dulu setiap denger tuh kalimat, gw seeh cuma ketawa-ketawa aja sambil mikir kalo gagal terus kapan suksesnya? Tapi sekarang gw ngerti banget tuh apa yang namanya gagal secara gw sering banget ngalamin kegagalan.hahaha. Ada orang bijak bilang kalo setiap satu kegagalan tuh berarti satu pelajaran tentang cara yang salah dalam mencapai keberhasilan. Apapun artinya, gw bangga banget lho jadi orang yang pernah gagal. Setidaknya gagal tuh memacu gw jadi orang yang lebih sukses. Misalnya aja waktu gw ulangan harian biologi, trus ada nomor yang salah. Kalo gw seeh mau gag mau pasti soal yang salah itu kepikiran terus dah. Nah, pas ulangan blok entah karena kebetulan or tuh soal emang pasaran, dia nongol lagi. Gw seeh cuma senyum-senyum aja ngeliatnya. Neeh soal mau ngeledek n nantangin gw lagi kayanya. Untung sempet gagal jadi you know lah, neeh soal berhasil gw taklukkan.hahaha. Jadi kesimpulan yang gw ambil seeh gag usah takut sama kegagalan, yakin aja dia bekal nolongin kita di suatu hari nanti. Ada kalimat kerennya neeh : "you can't know the sweetness of success unless you taste the bitterness of failure". Iya juga seeh mana bekal tau rasanya gula, kalo tiap hari cuma dicekokin garem.

Walopun bae untuk kesuksesan, bukan berarti kita harus nyari-nyari kegagalan. Siapa seeh orang yang mau gagal? Mending dicegahkan? Nah itu dia masalahnya, susah banget jadi orang yang sempurna yang gag pernah gagal. Kalo mau pinter tinggal belajar, kalo pengen sukses obatnya cuma satu, tekun. Kalo masih nanya obat biar tekun, belom ditemuin tuh selaen niat lu sendiri. Itu juga cuma buat mencegah n gag ada garansinya bekal berhasil.

Gw mw cerita neeh pengalaman gw bwat nyembuhin penyakit males. Yang pertama, gw tuh selalu ngebayangin kalo hidup ini gag akan panjang. Besok, beberapa jam lagi tuh masa depan gw. Kalo bukan sekarang siap-siapnya, kapan lagi. Waktu tuh gag bisa nunggu, dunia terlalu kejam bwat orang yang kerjanya cuma berleha-leha doank. Singkatnya tuh taklukkin dunia sebelum lu yang ditaklukkin sama dia (widih bahasanya).

Jurus kedua, gw mikir kalo orang laen bisa, kenapa gw nggak bisa? Dulu gw tuh sering banget ngelamun ngebayangin jadi orang laen yang gw anggap sempurna. But sekarang gw anti banget yang kaya gitu. Enakkan jadi diri sendiri toh sukses bukan soal bakat ato keberuntungan tapi ketekunan ini. Lagian bukan jaminan orang pinter bekal sukses lho. Malah dia yang sering gagal n berhasil bangkit dari kegagalannya itu merupakan benih-benih orang sukses (percaya gag?). Buktikan sendiri !

Jurus ketiga, pikirin aja kalo semua yang lu lakuin tuh emang buat diri lu sendiri. Sukses or gagal semuanya pilihan dan intinya lu-lu orang juga yang ngerasain. Kalo lagi bosen n males sekolah ya tinggal bayangin aja gelar koran, taro mangkok kosong, baca mantra dah.hahaha. Bukan cuma gw aja yang ketawa, tapi semua orang juga bekal ngetawain lu. Sekarang coba lu bayangin kalo kita jadi presiden or kalo ketinggian jadi direkturlah minimal. Semua orang bekal hormat sama kita. Bukan kita yang nyari duit, tapi duit yang nyari kita (Cina mode ON).hahaha.

Jurus terakhir yang paling ampuh n paling sering gw pake neeh, pikirin orang yang ngelahirin kita. Pengen gag bikin mereka tersenyum? Kalo lu pengen bikin mereka bangga n bahagia tunjukkin donk kalo kita tuh emang pantes n gag sia-sia dilahirin di dunia. Ini tuh satu-satunya cara membalas kebaikan mereka. Walopun gw belom pernah jadi orang tua, tapi gw yakin-seyakinnya mereka pasti bahagia melihat kita bahagia.

Gw sendiri sampe sekarang belom berhasil neeh bwat nerapin ilmu-ilmu itu dalam diri gw. Pernah seeh gw coba, alhasil baru seminggu berjalan, gw balik lagi ke karakteristik semula. Entah karena kadarnya kurang, ato mungkin emang penyakit males gw udah sampe stadium lanjut. Bwat lu yang masih stadium awal, boleh neeh dicoba. Biar gimanapun semua butuh proses kali ya. Namanya juga niat kadang ada kadang ngilang. Punya mimpi n niat dulu aja juga udah modal yang lumayan lah.hahaha. Tinggal berani aja menghadapi resiko untuk mewujudkan mimpi kita tersebut.